minnie mouse pink

Rabu, 07 Januari 2026

What Do You Mean: 2026 is the new 2016!

Percaya, gak percaya, 2016 sudah 10 tahun yang lalu!

Where'd all the time go?

Baru saja 1 minggu memasuki tahun baru 2026, tapi media sosial sudah ramai dengan video-video nostalgia tentang betapa "seru"nya hidup di tahun 2016. Seriusan? Padahal dulu, di akhir 2016, banyak yang sumpah ingin tahun itu cepat-cepat berlalu! Kini, musik-musik hits dari radio masa itu tiba-tiba viral lagi. Closer-nya The Chainsmokers sampai Sorry-nya Justin Bieber seolah tidak pernah berumur. Gaya berpakaian ala Tumblr, snapback, dan celana mom jeans tiba-tiba jadi bahan konten semua orang. Generasi Z yang bahkan masih SD waktu itu, sekarang dengan penuh semangat menghidupkan kembali tren-tren yang dulu sempat kita tinggalkan.

Nah, buat kamu yang ikut merasakan gelombang kangen ini—atau justru bingung, “Memang ada apa dengan 2016 sih?”—artikel ini untukmu. Kita akan telusuri bareng kenapa era yang dulu dianggap "biasa aja" tiba-tiba terasa begitu istimewa, dan apa arti nostalgia ini buat kita di tahun 2026.

Ikuti aku, ya! Let’s rewind the tape.



Nostalgia itu sebenarnya pengen balik ke masa lalu, atau capek aja sama yang sekarang?

Jujur, dua duanya sih. Karena kan dulu itu aku masih kecil dan dunia entertainment pada masa itu emang feels nya beda sih. Apalagi channel-channel YouTube yang keren seperti Sis Vs Bro, Cloe Couture, CookieSwirlC, Kaycee & Rachel, Ryans Toy Review, dan masih banyak lagi. Gak lupa acara-acara TV yang tidak ada bosannya! Kulinernya pun tak kalah keren, campuran dari kreatif dan juga rasa yang enak. Apalagi musik-musiknya yang bagus-bagus dan easy listening. Dulu sih kan belum punya HP, jadi minjam punya mama hehe. 

Tapi....

Ada sebuah perbedaan dengan masa kini. Yaitu internet yang dulu lebih slow-burn. Trend yang terjadi bisa berlangsung berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun! Sekarang nyampe 1 bulan aja engga. Syukur-syukur 2 minggu. Karena dulu, kita gak gampang bosen. Dan internet serta dunia nyata digunakan secara seimbang. Walaupun buat ig-post, tapi masih menikmati realita. Sekarang mah kebanyakan microtrends. Terus semakin canggihnya teknologi, semakin banyak juga scam atau penipuan yang terjadi. Inget banget dulu, kalau mama lagi nongki sama temennya, terus aku ikut cobain makanannya yang enakk banget. Terus disuruh ikut foto bareng, yang pasti fotonya pake filter boomerangnya instagram lah wkwk. Pokoknya seru deh. Nggak ada beban. Nggak ada tuh yang namanya analisa insight story mana yang nggak kepanting. Nggak ada algoritma yang kayak mata-mata, maksa kita compare hidup kita sama highlight reel orang lain. 





Fidget Spinners, Bottle Fips, Mannequin Challenge, dan masih banyak lagi!

Hayoo ngaku siapa dulu minta minta ke orang tuanya buat beliin fidget spinner biar dikira keren?? Gapapa kok aku juga dulu gitu. Biar dikira "Kidz Zaman Now". Terus dibawa ke sekolah, pamer ke teman, saling adu. Eh pas pulang kalau ga rusak, pecah, terus minta beliin yang baru. Apalagi kalau liat botol plastik air putih temen yang sudah habis setengah, pasti ga sabar dijadiin botol flip challenge. Ya sambil tutup mata lah, tidur lah, salto, dan segala macam. Pokoknya tuh botol harus bediri!! Oh iya, jangan lupa juga hoverboards! Dulu punya itu rasanya keren banget. Seru banget ya dulu. Aku sih bersyukur banget bisa ngalamin hal-hal seperti ini. Karena zaman itu mainan bagus-bagus, tontonan nya seru-seru, lagu-lagunya easy listening semua! Dibanding zaman sekarang... aku bahkan gabisa bedain mana kelas 5 SD sama mana yang mau masuk SMA... Mereka semua style nya sama dan tidak ada perbedaan yang terlihat. Padahal dari segi umur jelas ada. Bahkan aku rasa mereka udah jarang nonton TV lagi, seringnya buka sosmed. Kasian sih, karena dampak negatifnya banyak sekali. Kalau anaknya bijak dan tau memilah tontonan, mungkin ga jadi masalah besar. 

What Should We Do Now in 2026?

Ya, pastinya kita gak bisa selamanya hidup di masa lalu. Tentunya kita harus move on. Tapi ada beberapa yang bisa kita ambil pelajarannya. Yaitu di saat kita meng-off kan mode "content creator" nya dan lebih fokus ke apa yang memang kita suka.  Bukan apa yang orang lain suka sehingga kita dapat pujian. Mungkin playlist lagumu yang cuman jadi background music di story, bisa kamu dengerin full nya. Atau cobalah berpakaian yang membuatmu nyaman. Bukan yang membuat mu menarik atau merasa disukai banyak orang. Cobalah jadi original. Ga juga segala tren diikutin. Intinya this year, be yourself! Like they say, it might seems cringe, but atleast your happy, and that's all that matters <33 #YOLO

-2026 zee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebelum Semua Jadi Trend: Catatan Nostalgia Budaya Digital 2016

Ketika Boomerang Masih Terasa Ajaib Tahun 2016 mengajarkan kita pada sebuah ritme baru: loop. Fitur  Boomerang  di Instagram, yang meluncur...